Thursday, October 19, 2006

Pelayan yang Sejati (Yohanes 12:1-8)

Pendahuluan
Kita memakai kata "pelayanan" dalam banyak arti. Kadangkala kata "pelayanan" berarti gratis, seperti pada kalimat," Oh ... tidak usah bayar, ini bagian dari pelayanan gereja kami." "Pelayanan" juga bisa berarti kualitas rendahan, seperti pada kalimat," Dekorasinya buruk. Maklumlah ini hasil pelayanan." Atau juga "pelayanan" bisa berarti seenak hati, seperti pada kalimat," Yah .. maklum kalau anggota Paduan Suara malas latihan. Ini khan pelayanan."

Proposisi :
Pelayanan seorang hamba Tuhan yang sejati senantiasa didasarkan dan digerakkan oleh kasih

Kalimat tanya :
Bagaimana wujudnyata kasih seorang pelayan Tuhan yang sejati?

Kalimat peralihan :
Wujudnyata kasih seorang pelayan Tuhan yang sejati terlihat dalam beberapa cara :

1. Kasih seorang pelayan Tuhan yang sejati dibuktikan dari kesediaan untuk memberikan yang terbaik kepada Sang Tuan (ay.3)
Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setiap perempuan Israel mengumpulkan uang untuk membeli sedikit demi sedikit minyak narwastu yang akan digunakan pada hari pernikahannya. Minyak inilah harta yang paling berharga bagi seorang perempuan Israel. Ay. 5 menyebutkan bahwa harga minyak ini adalah 300 dinar, yang setara dengan upah harian seorang pekerja selama satu tahun. Ini adalah pemberian terbaik yang dapat diberikan oleh Maria. Inilah kasih seorang pelayan : memberikan yang terbaik.

2. Kasih seorang pelayan Tuhan yang sejati dibuktikan dari kesediaan untuk menyangkal diri (ay.3).

Lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Perempuan Israel tidak diijinkan untuk menggeraikan rambutnya di depan umum. Hanya wanita tuna susilan yang melakukan hal seperti itu. Maria tahu apa resikonya menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Orang-orang akan menilainya sebagai wanita yang kurang baik. Maria melakukan ini karena bagi dirinya yang terpenting adalah bagaimana Sang Tuan menilai hidupnya. Bukankah tindakan menyeka kaki Yesus dengan rambut menggambarkan penyangkalan diri Maria terhadap keinginan dan kepentingan untuk dinilai baik di hadapan orang lain. Inilah penyangkalan diri : menundukkan segala hasrat dan kepentingan diri di bawah kaki Yesus.

3. Kasih seorang pelayan Tuhan yang sejati dibuktikan dari kesediaan untuk mengenal hati Sang Tuan (ay.7)

Maka kata Yesus," Biarkan dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Kontras dengan sikap para murid yang sepertinya tidak memahami bahwa hidup Yesus akan segera berakhir, Maria mengerti betul apa yang selama ini Yesus katakan. Maria bukan saja mendengarkan, tetapi ia tentu juga mampu menaruh simpati atas apa yang akan terjadi pada diri Yesus. Dengan tindakan mengurapi kaki Yesus itu, Maria tentu ingin mengungkapkan kasih-Nya bagi Yesus. Maria tahu apa yang akan terjadi, karena ia mengenal hati-Nya.

Kesimpulan
Semua orang bisa mengklaim bahwa dirinya sedang melayani Tuhan. Tetapi, kasih seorang pelayan Tuhan yang sejati terbukti dari : kesediaan memberi yang terbaik, kesediaan menyangkal diri, dan kesediaan untuk mengenal hati Sang Tuan.


1 comment:

Askinstoo said...
This comment has been removed by a blog administrator.