Monday, November 27, 2006

Manusia di Mata Joseph Stalin

Joseph Stalin adalah salah seorang pemimpin terbesar dan paling sering menumpahkan darah dalam sejarah. Stalin memerintah selama 25 tahun dalam sejarah Rusia. Ia disegani baik oleh kawan maupun lawannya. Dalam masa pemerintahannya, ribuan bahkan puluhan ribu orang menemui ajal ketika dicurigai memberontak kepadanya.

Suatu kali di hadapan anak-anak buahnya, ia meminta disediakan seeokor ayam hidup. Stalin kemudian mencengkram ayam itu dengan tangan kirinya, dan mulai mencabuti bulu ayam itu dengan tangan kanannya. Ayam itu tentu saja meronta-ronta, tetapi Stalin terus saja mencabuti bulu-bulunya. Setelah cukup banyak bulu tercabuti, dan beberapa tetesan darah keluar dari ayam itu, Stalin melepaskannya. Ayam itu segera lari menjauh dari Stalin ke pojok ruangan.

"Sekarang kalian perhatikan," perintah Stalin ke anak-anak buahnya. Ia meletakkan beberapa butir remah roti di dekat ayam itu. Meski terlihat ragu-ragu, ayam itu mulai mematuk remah-remah roti tersebut. Mengherankan, ayam yang tadinya ketakutan kita mulai berani mendekati kaki Stalin. Stalin berjalan keliling ruangan itu sambil menjatuhkan remah-remah roti dan ternyata ayam itu mengikutinya. Sambil melakukan itu, Stalin berkata,"Inilah caranya memerintah orang. Kalian melihat bagaimana ayam itu berjalan mengikutiku meminta pakan, meski saya baru saja menyiksanya. Orang itu seperti ayam. Jika engkau menimbulkan banyak sekali kepedihan kepada mereka, mereka akan mengikutimu untuk meminta pangan seumur hidupmu."

Cara pandang kita terhadap orang lain, ternyata menentukan perilaku kita terhadapnya. Tidak mengherankan apabila pemazmur mengingatkan kita betapa mulianya manusia dengan berkata," Engkau telah membuatnya (manusia) seperti Allah ... " (8:5). Dan tentunya pemazmur berharap kita memperlakukan sesuatu yang mulia, dengan cara yang mulia juga.


No comments: